Menulis adalah salah satu cara saya mengekspresikan perasaan sejak kecil dulu. Sampai usia remaja,berpuluh-puluh buku diary sudah saya hasilkan. Mencoba mengirim naskah cerpen ke sebuah majalah remaja, alhamdulillah ditolak terus. Sampai akhirnya aktivitas menulis terhenti dikarenakan berbagai macam kesibukan.
Tahun 2012, bertemu dengan seorang blogger dan akhirnya ikut kelas nge-blog. Alhamdulillah walau tertatih, blog saya sudah terisi puluhan tulisan dengan berbagai macam genre.
2015, aktivitas menulis mulai dilakukan lagi, sempat ikut kelas menulis untuk menghasilkan buku, tapi karena tekad yg kurang, akhirnya hasil dari kelas tersebut g pernah ada.
2018, mulai aktif lagi ikut kelas menulis. Kali ini tekadnya lebih kuat. Hasilnya sebuah antologi yang dipersembahkan untuk para guru terbit. Satu buku antologi yang terbit ternyata membuat saya jadi candu menulis. Alhamdulillah sampai saat ini saya jadi rutin menulis beberapa naskah baik itu antologi, buku non fiksi, cerpen bahkan novel.
13 Juli 2020, kembali mengikuti kelas menulis dengan guru yang berbeda. Ini harus agar khasanah menulis kita menjadi lebih luas. Dan memang saya rasakan, dengan berguru kepada berbagai macam penulis, maka ilmu dan hasil tulisan kita pun menjadi lebih bervariasi.
Satu hal yang paling makjleb dari kelas menulis ini adalah bahwa ketika kita menulis adalah kita harus punya:

“Cita-cita, Rencana-rencana, keinginan-keinginan, Motivasi yang juga besar.”

Hal-hal itulah yang selama ini belum saya jadikan kekuatan untuk istiqamah menulis.
Mulai saat ini, saya tentukan apa yang menjadi cita-cita dengan menulis, apa yang saya rencanakan dari tulisan yang dibuat, apa yang saya inginkan dari tulisan tersebut dan apa yang memotivasi saya sehingga menulis menjadi suatu kewajiban….
Bismillah, biidznillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *